Sunday, July 21, 2013

Kesepian itu...

Assalamualaikum.

Oh, sejak bila kita menjadi sungguh kejam ? =.="

Eh, tak. Memang sblm ni dah kejam pun. Cuma buat2 tak perasan. Haishh..

_________________________________________________________________________________

Sepanjang solat terawih pandangan mata itu sehabis daya cuba aku elakkan. Bukan benci, tapi rasa bersalah yang amat.

Otakku kembali berputar. Memainkan semula sketsa yang dilakonkan.

Dikala senja itu, deringan telefon aku biarkan bernyanyi sumbang. 

Aku mengeluh berat. Otak sudah kering dengan alasan.

Umi mengalih pandang kepadaku. "Kenapa tak angkat phone ? Siapa call ?"

"Dia." Umi diam mendengarkan jawapanku dan berlalu ke dapur. 

Aku merenung kembali handphone di tangan yang masih berdering. 

Aku nekad dengan keputusan aku. Tiada siapa boleh mengubahnya. 

Perlahan-lahan aku masukkan ke dalam poket. 

Aku telan air liur. Kejamkah aku ? 

Setelah beberapa ketika, deringan terhenti. Bosan dengan kedegilanku mungkin.

Maaf sangat-sangat !
_________________________________________________________________________________

"Tadi berbuka bertiga sahaja. Budak-budak tu tak datang."

Aku tersentap. Perbualan itu aku curi dengar.

Rasa bersalah mulai datang bertimpa-timpa. Berkecil hatikah dirimu ? Khabarkan kepadaku !

Kesepian itu, hanya dia yang rasa.

Namun dia hanya diam tatkala tangannya aku salami.

Aku jadi malu sendiri.

Aku tidak ingin kita jadi begini, tapi aku juga tak punyai solusi.

Tersepit antara kemahuanku sendiri dan dirimu yang bergelumang sepi.

Kalaulah melakukannya sesenang bicara. Kalaulah....

_________________________________________________________________________________

Noktah.

No comments: