Mata merenung skrin laptop sepi. Dagu ditongkatkan atas
kepala teddy bear pink miliknya yang diletakkan di atas riba. Otak kosong. Idea
berterabur. Menjadikan laporan yang sepatutnya siap sedari petang tadi belum
mampu disiapkan lagi. Mata yang tertancap pada keratan artikel yang perlu
diulang baca untuk difahami dikalih pandang ke tab browser facebook yang baru
dibuka. Newsfeed yang terpapar di scroll down ke bawah. Tiada cerita menarik. Status-status
yang ada kebanyakannya masih berkisar tentang banjir yang kini mulai surut (Alhamdulillah).
Itu cerita di pantai timur. Lain cerita mereka yang tidak terlibat dengan
banjir. Sakan memuat naik gambar betapa gembiranya mereka hari ini (Tahniah).
“Bosan.”
Lantas browser FB ditutup. Dan fikirannya mula menerawang..
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
“Jadilah orang yang sabar.” Lembut suara itu menuturkan bicara.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
“Jadilah orang yang sabar.” Lembut suara itu menuturkan bicara.
“Kalau saya tak mampu bersabar?” Dia menoleh
pandang kepada sahabat disebelahnya. Ada air
mata yang bergenang di tubir
matanya. Orang yang berbicara semudah itu mengungkapkan kata. Bukan dia yang
merasa. Bukan dia. Masakan dia tau..
“Awak tak rasa apa yang saya rasa..” Suaranya
tertahan. Kedengaran sayu. Dia kembali menundukkan pandangan. Kakinya menguis
tanah dengan hujung kasut snickers miliknya.
“Saya tau awak boleh.” Serentak
dengan itu terasa tangan sahabatnya mengusap belakang badan. Perlahan dan
menyenangkan.
“Terima kasih.” Dan air mata mulai
berlinangan.
(cite yg xde
motif. Ditulis sesuka hati. Kbai)
No comments:
Post a Comment